Sabtu, 30 Januari 2010

Langkah Memasukkan mp3 kedalam Macromedia Flash


Langkah – Langkah Pembuatan Animasi Tombol Suara :

1. Buat 3 buah layer dengan memilih insert layer, beri nama masing – masing layer , box, tombol , action.

2. Pada frame pertama layer action tekan F9 dan Tuliskan kode ini mySound = new Sound();

3. Pada Layer Box, gunakan rectangle tool untuk membuat tempat meletakkan tombol – tombol. Atur ukuran dan warnanya sesuai selera anda.

4. Pada layer tombol, drag tombol pada library yang telah dimasukkan tombol kedalamnya, yakni tombol play, stop, lagu, volume, dan balance. (tombol dapat dibuat dengan Insert-newsimbol-button, atau bisa juga dengan memilih dari windows-common libraries-button )

Untuk memasukkan lagu ke library dapat menggunakan file-import-import to library. Disini saya hanya memasukkan 3 buah lagu.

5. Setelah lagu masuk ke library, pada tiap – tiap lagu klik kanan-linkage-centang export for action script-centang export in first frame beri nama mulai dari lagu yang pertama dengan nama musik1, kedua dengan nama musik2, dan ketiga dengan nama musik3.

6. Pada tombol stop masukkan kode ini:

on (release) {mySound.stop();

}

7. Pada tombol play:

on (release) {mySound.start();

}

8. Pada tombol lagu1:

on (release) {mySound.attachSound("musik1");

mySound.stop();

mySound.start(0,1)

}

9. Pada tombol lagu2:

on (release) {mySound.attachSound("musik2");

mySound.stop();

mySound.start(0,1)

}

10. Pada tombol lagu3:

on (release) {mySound.attachSound("musik3");

mySound.stop();

mySound.start(0,1)

}

11. Pada tombol volume klik 2x pilih layer 4 akan keluar syntax berikut:

top = vol._y;

left = vol._x;

right = vol._x;

bottom = vol._y+100;

level = 100;

//

vol.onPress = function() {

startDrag("vol", false, left, top, right, bottom);

dragging = true;

};

vol.onRelease = function() {

stopDrag();

dragging = false;

};

vol.onReleaseOutside = function() {

dragging = false;

};

//

this.onEnterFrame = function() {

if (dragging) {

level = 100-(vol._y-top);

} else {

if (level>100) {

level = 100;

} else if (level<0)>

level = 0;

} else {

vol._y = -level+100+top;

}

}

sound.setVolume(level); ganti dengan è_root.mySound.setVolume(level);

};

12. Pada tombol balance klik 2x pilih layer 4 akan keluar syntax berikut:

increment = 4;

level = 0;

//

panKnob.onPress = function() {

if (Key.isDown(Key.getCode(18))) {

autoPan = true;

} else {

autoPan = false;

start = _root._xmouse;

newStart = panKnob._rotation;

dragging = true;

}

};

panKnob.onRelease = function() {

dragging = false;

};

panKnob.onReleaseOutside = function() {

dragging = false;

};

//

this.onEnterFrame = function() {

if (dragging) {

pivot = (_root._xmouse-start)*2+newStart;

panKnob._rotation = pivot;

if (pivot<-135) {

panKnob._rotation = -135;

}

if (pivot>135) {

panKnob._rotation = 135;

}

level = Math.round(panKnob._rotation/1.35);

} else {

if (autoPan) {

textInput.value.selectable = false;

level += increment;

if (level>99 || level<-99) {

increment *= -1;

}

} else {

textInput.value.selectable = true;

}

if (level>100) {

level = 100;

} else if (level<-100) {

level = -100;

} else if (level<=100 && level>=-100) {

panKnob._rotation = level*1.35;

}

}

sound.setPan(level); ganti dengan è _root.mySound.setPan(level);

};

13. Tekan Ctrl + Enter , project selesai.

Fungsi Masing – Masing Script:

A. Tombol Volume

mySound = new Sound(); è Mendefinisikan suara sebagai file suara baru.

vol._y; è Sumbu vertical pada pendefinisian untuk tombol volume (atas bawah).

vol._x; è Sumbu Horizontal pada pendefinisian untuk tombol volume (kiri kanan).

vol.onPress = function() { è Apabila di tekan tombol vol maka akan menjalankan suatu perintah.

startDrag("vol", false, left, top, right, bottom); è mendefinisikan tombol “vol” apabila

digeser akan bergerak keatas, bawah, kiri, kanan.

dragging = true; è Mendefinisian perintah geser agar bisa dijalankan.

};

vol.onRelease = function() {

stopDrag(); Apabila dilakukan proses penekanan tombol, maka tombol akan

dragging = false; berhenti bergeser .

};

vol.onReleaseOutside = function() {

dragging = false; Melepaskan tombol vol diluar tombol vol tidak akan dapat

}; melakukan perintah penggeseran tombol

this.onEnterFrame = function() {

if (dragging) {

level = 100-(vol._x-right);

} else {

if (level>100) {

level = 100;

} else if (level<0)>

level = 0;

} else {

vol._x = -level+100+right;

}

}

ð Proses pendefinisian seluruh perintah pada tombol “vol” apabila berada dalam satu frame yakni frame “vol”.

_root.mySound.setVolume(level); è Memanggil file suara yang telah didefinisikan sebagai

“mySound”.

B. Tombol Balance

panKnob.onPress = function() {

if (Key.isDown(Key.getCode(18))) {

autoPan = true;

ð Apabila tombol Panknob di tekan maka perintah yang dijalankan adalah nilai pendefinisian otomatis untuk setiap penggeseran tombol pan.

} else {

autoPan = false;

start = _root._xmouse;

newStart = panKnob._rotation;

dragging = true;

}

};

ð Jika tidak, pendefinisian nilai otomatis tidak akan berjalan, dan proses menggeser/perotasian tombol pan akan sesuai dengan arah mouse.

panKnob.onRelease = function() {

dragging = false;

};

ð Tombol Panknob dilepas maka proses peggeseran berhenti.

panKnob.onReleaseOutside = function() {

dragging = false;

};

ð Tombol Panknob dilepas diluar area tombol maka proses peggeseran berhenti.

this.onEnterFrame = function() { è Pendefinisian seluruh perintah pada tombol panknob.

if (dragging) {

pivot = (_root._xmouse-start)*2+newStart;

panKnob._rotation = pivot;

if (pivot<-135) {

panKnob._rotation = -135;

}

if (pivot>135) {

panKnob._rotation = 135;

}

level = Math.round(panKnob._rotation/1.35);

} else {

if (autoPan) {

textInput.value.selectable = false; è Tidak terjadi proses penampilan nilai

level += increment;

if (level>99 || level<-99) {

increment *= -1;

}

} else {

textInput.value.selectable = true; è Menampilkan besar nilai pada tombol pan.

}

if (level>100) {

level = 100;

} else if (level<-100) {

level = -100;

} else if (level<=100 && level>=-100) {

panKnob._rotation = level*1.35;

}

}

_root.mySound.setPan(level); è Memanggil file suara untuk didefinisikan kedalam tombol

}; pan/balance.



Sabtu, 14 November 2009

Tugas Multimedia 3

Langkah – langkah Pembuatan animasi 2

1. Frame by frame

· letakkan kursor pada kolom ruler no 1

· untuk memasukkan gambarnya dapat kita gunakan oval tool atau rectangle tool, juga bisa kita buka gambar lewat menu file

· setelah gambar di letakkan pada layer, teken tombol control + g untuk menyatukannya

· setelah itu letakkan ruler pada no 2, masukkan key frame dan geser gambar kearah yang kita suka.

· lakukan terus sampai cara ke-4 sampai keruler berikutnya yang kita kehendaki

· setelah selesai jalankan dengan menekan tombol ctrl + enter.

2. Motion Guide

· letakkan kursor pada kolom ruler no 1

· untuk memasukkan gambarnya dapat kita gunakan oval tool atau rectangle tool, juga bisa kita buka gambar lewat menu file

· setelah gambar di letakkan pada layer, teken tombol control + g untuk menyatukannya

· disini kita mengambil batas terakhir kolom ruler adalah 25

· pada kolom ruler ke 25 insert key frame

· lalu diantara kolom ruler 1 dan 25, insert key frame dan pindahkan gambar ketempat yang kita suka

· pada tiap – tiap key frame pilih tween = motion

· jalankan dengan menekan ctrl + enter.

3. Tweening

· letakkan kursor pada kolom ruler no 1

· untuk memasukkan gambarnya dapat kita gunakan oval tool atau rectangle tool

· pada kolom properties isi tween dengan shape atau motion, tapi disini saya menggunakan shape

· pada kolom ruler no 15 insert key frame, biarkan saja gambar tersebut. jangan dipindahkan letaknya

· kemudian diantara kolom ruler 15 dan 1, insert key frame dan ubah bentuk gambar dengan tool selection tool dan free transform tool

· untuk menambah efek gerakan, pada kolom 25 kita insert key frame dan pindahkan gambar tersebut kearah yang kita suka.

· pada masing – masing key frame, pastikan pada kolom properties, tweennya = shape.

· setelah selesai, jalankan dengan menekan ctrl + enter.

4. Banyak Layer

· letakkan kursor pada layer no 1

· untuk memasukkan gambarnya dapat dengan me-drag n drop gambar pada folder gambar, dengan syarat format gambarnya harus gif agar gambar yang kita terlihat transparan dan mudah diatur dalam macromedia flash.

· disini saya mengambil gambar roket, kemudian pada ruler no 1 – no 30 geser gambar roket tersebut seperti gambar roket jatuh.

· kemudian klik add motion guide, lalu pada layer baru tersebut goreskan arah jatuhnya roket dengan menggunakan pensil.

· lalu pada layer roket no1, klik free transform tool dan pada titik tengah ruler pertama hubungkan pada garis awal penci. sedangkan pada layer no 30, hubungkan dengan garis akhir pencil.

· untuk menambahkan efek api dan asap dapat menggunakan brush tool. lalu sesuaikan warna dan ukurannya.

· untuk menambahkan efek hancur dan ledakkan dapat ditambahkan blur dan explode.

· Menambah background, dapat melakukan drag n drop gambar dari seuah folder kedalam macromedia flash.

· setelah selesai, jalankan animasi.

5. Penggunaan suara

· pada penggunaan suara, saya menggunakan animasi yang sama yaitu roket jatuh

· pertama kita ambil file, klik import, import to stage.

· kemudian pada layer suara, ubah soundnya dengan lagu yang kita ambil tadi.

· lalu jalankan.